Logo
Sastrawan HST Kembali Torehkan Juara Cipta Puisi di Aruh Sastra Kalsel, Beruntun Tujuh Tahun
Minggu, 30 Oktober 2022 1x Dilihat Admin

Sastrawan HST Kembali Torehkan Juara Cipta Puisi di Aruh Sastra Kalsel, Beruntun Tujuh Tahun

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan para sastrawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) di ajang Aruh Sastra Kalimantan Selatan (ASKS) ke-XIX yang berlangsung di Kabupaten Tanah Laut, 28 hingga 30 Oktober 2022. Mengusung tema "Meneroka Sastra Menyapa Semesta", Dewan Kesenian Kabupaten HST sukses mempertahankan gelar juara lomba cipta puisi.

Adalah sastrawan muda HST, Rezqie M A Atmanegara, yang menempatkan diri sebagai juara pertama lewat karya berjudul "Ovarium Hikayat Tanah Banjar". Kemenangan ini melanjutkan tradisi juara HST yang kini genap tujuh tahun beruntun.

Ketua Harian Dewan Kesenian Kabupaten HST, M Ikhwansyah RA, menuturkan bahwa format lomba tahun ini jauh lebih menantang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya peserta cukup mengirim satu puisi, kali ini karya wajib berbentuk manuskrip dengan panjang minimal 30 hingga 40 halaman.

"Ini tantangan yang berat bagi para sastrawan kami, namun justru di situ letak kebanggaannya ketika berhasil menang," ujarnya.

Ia merinci, rekam jejak sastrawan HST di ajang ini memang konsisten gemilang. Sejak ASKS 2016 di Tanah Laut hingga 2021 di Balangan, kontingen HST nyaris selalu memborong podium juara setiap tahunnya.

Keberhasilan ini, menurut Ikhwansyah, tak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Kabupaten HST yang konsisten memfasilitasi para sastrawan mengikuti agenda sastra tahunan tersebut.

Plt Kepala Dinas Pendidikan HST, M Anhar, mewakili Bupati HST, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian ini. "Kami memberikan penghargaan kepada para sastrawan yang kembali mengharumkan nama daerah. Raihan ini sekaligus mendukung upaya pemajuan kebudayaan di HST," katanya.

Selain lomba, ASKS XIX juga menyeleksi karya para sastrawan se-Kalsel untuk dibukukan dalam antologi puisi. Dari seleksi tersebut, HST kembali menjadi penyumbang terbanyak dengan 36 penyair yang karyanya lolos dimuat.