Logo
Sosialisasi Butah Bahari HST melalui MGMP Bahasa Indonesia
Selasa, 08 September 2026 39x Dilihat Admin

Sosialisasi Butah Bahari HST melalui MGMP Bahasa Indonesia

BARABAI — Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah melalui Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama melaksanakan kegiatan Sosialisasi Butah Bahari HST (Bubuhan Revitalisasi Bahasa Daerah Bahasa Banjar Lestari Hulu Sungai Tengah) melalui MGMP Bahasa Indonesia, Selasa, 8 September 2026.

Kegiatan berlangsung di Aula Balai Belajar Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan diikuti sebanyak 50 guru yang tergabung dalam MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten HST.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Alamsyah Mappaompo, S.Pd., MM., M.Pd. Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Ekspose Butah Bahari HST yang sebelumnya telah dilaksanakan bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah beserta jajaran.

Melalui kegiatan ini, peserta diperkenalkan dengan aplikasi Butah Bahari HST sebagai salah satu upaya mendukung revitalisasi dan pelestarian bahasa daerah, khususnya bahasa Banjar. Aplikasi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan pembelajaran dan pengembangan kreativitas berbahasa Banjar.

Selama kegiatan berlangsung, para guru terlihat antusias mengikuti pemaparan yang disampaikan oleh perwakilan tim Butah Bahari HST. Peserta juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan komentar, tanggapan, serta masukan, baik secara langsung maupun melalui kolom komentar.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas pemanfaatan Butah Bahari HST di lingkungan pendidikan. Tidak hanya guru dan murid, aplikasi ini diharapkan dapat dimanfaatkan pula oleh orang tua dan masyarakat sebagai bagian dari upaya bersama dalam menjaga keberlangsungan bahasa Banjar.

Ke depan, Butah Bahari HST diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi dan berkembangnya ruang-ruang kreatif dalam pelestarian bahasa Banjar, sehingga bahasa daerah tetap hidup, digunakan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Galeri Dokumentasi Kegiatan

Klik foto untuk melihat dalam resolusi penuh

Bagikan Berita: